Resmikan Pusat Studi Bumi Alumni, PBA Adakan Bedah Buku Waspadai Fintech Berkedok Koperasi Simpan Pinjam

- Senin, 3 Oktober 2022 | 19:32 WIB
Resmikan Pusat Studi Bumi Alumni, PBA adakan bedah buku waspadai Fintech berkedok koperasi simpan pinjam. (BNP/Yurri Erfansyah)
Resmikan Pusat Studi Bumi Alumni, PBA adakan bedah buku waspadai Fintech berkedok koperasi simpan pinjam. (BNP/Yurri Erfansyah)

Lalu apa yang terjadi? Menurut Pengamat Koperasi dan bisnis UMKM ini melihat, banyak kemudian rentenir-renternir berkumpul membuat KSP.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-32 Usung Semangat Grow and Glow, Mal BIP Dukung UMKM Bangkit Lewati Pandemi

"Nah itu yang kemudian menjadi embrio dari fintech abal-abal berkedok Koperasi Simpan Pinjam," jelasnya.

Karena, menurut Dewi, pembuatan dan pengawasan KSP tidak diawasi oleh OJK dan modal juga minim.

Juga karena adanya pandemi, masyarakat di dorong melakukan digitalisasi dalam segala aspek, termasuk dalam soal pinjam-meminjam uang.

Baca Juga: 85 Perusahaan dan 30 UMKM Jabar Ikuti Bandung West Java Food and Beverage Expo 2022, Hari Ini Dibuka

"Fintech dengan layanan digital berkedok KSP berkembang bak jamur di musim hujan. Ini yang salah kaprah, kalau Fintech harus terdaftar di OJK, tapi koperasi dengan layanan digital hanya terdaftar di Kominfo," tambahnya.

Dewi menyampaikan, dampak dari adanya fintech berkedok koperasi sangat merusak, masyarakat yang tidak paham mencari pinjaman instan dengan nilai misalnya Rp2,5 juta namun kemudian menjadi bengkak hingga sampi Rp100 juta.

"Bahkan ada yang juga sampai menjual rumah demi membayar bunga pinjaman yang berlipat-lipat," ucapnya.

Baca Juga: Jabar Pamerkan kopi dan Produk Unggulan UMKM Juara, OPOP, dan Petani Milenial di Milan Italia

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X