• Jumat, 3 Desember 2021

Greenpeace Ajak Masyarakat Waspadai Dampak Migrasi Mikroplastik dari Galon Sekali Pakai, Berbahaya?

- Jumat, 12 November 2021 | 14:10 WIB
Ilustrasi air minum (Pixabay/ congerdesign)
Ilustrasi air minum (Pixabay/ congerdesign)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pegiat lingkungan Greenpeace Indonesia mengajak masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi air mineral dalam kemasan galon sekali pakai, hal tersebut karena ditemukannya migrasi mikroplastik dari galon terhadap produk air yang berada dalam galon.

Plastic Researcher Greenpeace Indonesia, Afifa Rahmi Andini, mengungkapkan dari hasil uji yang dilakukan di Laboratrium Kimia Anorganik UI ditemukan bahwa air galon sekali pakai mengandung atau terkontaminasi dengan mikroplastik.

Dari sampel air galon sekali pakai yang diambil dari tiga wilayah yaitu Jakarta, Depok, dan Bogor, ditemukan Mikroplastik dalam air galon sekali pakai.

Baca Juga: Music Video dari BLACKPINK How You Like That, Capai 1 Miliar View di YouTube, Dalam 505 Hari Setelah Dirilis

"Sebagian besar berbentuk fragmen dengan ukuran 2,44-63,65 mikrometer," ujar Afifa dalam acara webinar “Reuse Revolution For a Better Health and Climate” pada Selasa, 9 November 2021 kemarin. 
 
Menurut Afifa, mikroplastik yang ditemukan dalam air galon sekali pakai itu didominasi jenis PET, yaitu polimer pembuat kemasan galon

Lebih lanjut Afifa menjelaskan, konsentrasinya memang tidak terlalu besar hanya sekitar 0,2 mg sampai 5 mg per liter, namun jika melihat jumlah partikelnya sangat banyak. Ada 85-95 juta  partikel per liter atau 570 juta sampai 1.275 juta per galon.

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Penjelasan soal Monumen Covid 19
 
Menurut Afifa, migrasi mikroplastik galon sekali pakai ke dalam produk airnya itu berpotensi masuk ke dalam tubuh para konsumen yang meminumnya. 

Dari kuesioner yang disebarkan Greenpeace kepada 38 konsumen galon sekali pakai, diperoleh hasil bahwa rata-rata mereka mengonsumsi air galon sekali pakai sekitar 1,89 liter per hari.

“Setelah kita hitung, dengan konsumsi sebanyak itu, mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh konsumen sekitar 0,378 mg -9,45 mg per hari,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X