• Senin, 4 Juli 2022

Kolaborasi dengan Kemkominfo, Dewan Pers dan Mafindo, Danone Indonesia Gelar Kelas Kebal Hoaks untuk Jurnalis

- Minggu, 1 Mei 2022 | 00:58 WIB
Berkolaborasi dengan Kemkominfo, Dewan Pers dan Mafindo, Danone Indonesia gelar  kelas kebal hoaks untuk jurnalis. (Danone Indonesia)
Berkolaborasi dengan Kemkominfo, Dewan Pers dan Mafindo, Danone Indonesia gelar kelas kebal hoaks untuk jurnalis. (Danone Indonesia)

BANDUNGNEWSPHOTO – Masih maraknya konten berita palsu atau hoaks menjadi tantangan di era digital seiring terus meningkatnya penggunaan internet di Indonesia, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Danone Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan inisiatif program edukasi untuk meningkatkan literasi digital, khususnya bagi para jurnalis di Indonesia, sebagai upaya memerangi berita palsu yang tersebar di berbagai portal-portal berita.

Program edukasi dan pelatihan jurnalistik yang bertajuk “Danone Journalist Skill Up: Kelas Kebal Hoaks”, berlangsung secara virtual pada 11 dan 12 April 2022 lalu dengan menargetkan jurnalis dari skala nasional maupun lokal dan juga menggandeng Dewan Pers dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Baca Juga: Kapolda Jabar: Jangan Takbiran Keliling, Silakan Penuhi Masjid, Musala dan Surau!

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Tren jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, saat ini jumlah pengguna internet nasional sudah melonjak sebesar 54,25% dengan penetrasi internet mencapai 73,7% dari total penduduk pada awal 2022.

Tren peningkatan penggunaan internet tentunya akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi, baik untuk kepentingan edukasi, kesehatan, bisnis, maupun hiburan.

Baca Juga: Pantauan Udara, Cikampek-Kalikangkung Ramai Lancar

Sebanyak 80,1% atau 8 dari 10 orang Indonesia beralasan menggunakan internet untuk menemukan informasi.1 Namun, di tengah tren kenaikan pengguna internet, peredaran hoaks atau berita bohong masih menjadi persoalan serius republik ini, karena dampaknya bisa merusak ekonomi, mengganggu proses demokrasi dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X