• Senin, 4 Juli 2022

Gelar Rapat Darurat, PBB Minta Rusia Hentikan Serangan ke Ukraina

- Kamis, 24 Februari 2022 | 17:08 WIB
Ilustrasi perang Rusia di Ukraina (pixabay.com)
Ilustrasi perang Rusia di Ukraina (pixabay.com)

BANDUNGNEWSPHOTO - Setelah Rusia melancarkan serangan pada Ukraina, PBB langsung mengadakan pertemuan dan rapat darurat. Laporan terkait ledakan yang terjadi di beberapa titik pun menjadi pertimbangan mengenai deklarasi yang Presiden Vladimir Putin sampaikan pada Kamis pagi.

Dikutip BandungNewsPhoto.com dari Al Jazeera, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya yang merupakan Kepala Dewan Keamanan mengakui bahwa “operasi khusus” ini sedang berlangsung.

Ia bersikeras mengatakan hal itu bukan bagian dari peperangan dan merupakan konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan oleh Ukraina.

Baca Juga: 5 Berita Terheboh 23 Februari 2022, Dari Akhir Kisah Ghost Doctor Hingga Tontonan Ramah Anak

“Tujuan operasi ini adalah untuk melindungi orang-orang yang selama delapan tahun menderita karena genosida dari rezim Ukraina,” tutur Vasily Nebenzya.

Putin menuntut pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka, dan mengulangi posisinya bahwa keanggotaan Ukraina di NATO tidak dapat diterima Moskow.

Di ruang pertemuan PBB, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kystlytsya tampak tidak mampu berkata-kata. “Tiga menit lalu, presiden Anda mendeklarasikan perang pada negara saya,” tuturnya pada Nebenzya.

Baca Juga: Serang Ukraina, PBB Sebut Rusia Lakukan Penyerangan Ceroboh

Di putaran kedua, PBB menyerukan penolakan Rusia di PBB dan menyimpulkan, “Tidak ada api penyucian bagi penjahat perang, Tuan Duta Besar, mereka semua pergi ke neraka.”

Sementaa itu, Amerika Serikat juga mengadakan resolusi darurat pada Dewan Keamanan. Panggilan ini dibantu oleh Inggris, Prancis dan Irlandia yang menganggap Rusia telah melakukan “penghinaan” terhadap PBB dengan serangan militer. Pertemuan ini diharapkan bisa segera terlaksana dalam 24 jam.

Jerman menganggap hal ini merupakan “pelanggaran hukum internasional yang tidak tahu malu” selagi Inggris menganggap penyerangan ini sebagai sesuatu yang “tidak beralasan dan tidak adil” serta menganggap ini merupakan hari yang sangat gelap bagi Ukraina.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: aljazeera.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahmoud Abbas: Lindungi Rakyat Palestina!

Jumat, 15 April 2022 | 16:20 WIB

Profil Singkat Sunway Medical Center

Senin, 11 April 2022 | 10:24 WIB
X