• Rabu, 29 Juni 2022

China Eastern Airlines Jatuh di Hutan, Presiden Cina Langsung Perintahkan Investigasi dan Pertolongan Terbaik

- Senin, 21 Maret 2022 | 20:29 WIB
Ilustrasi pesawat jatuh (pixabay.com)
Ilustrasi pesawat jatuh (pixabay.com)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sebuah pesawat China Eastern Airlines bermuatan 132 penumpang jatuh di bagian Selatan Cina tidak lama setelah hilang kontak dari pengendali lalu lintas udara. Pesawat ini jatuh dari ketinggian ribuan meter hanya dalam waktu kurang lebih 3 menit.

Dikutip BandungNewsPhoto.com dari Aljazeera, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban. namun bencana ini berhasil menyita perhatian masyarakat setelah Presiden Xi Jinping mengakui bahwa dirinya “terkejut” dan segera meminta investigasi kecelakaan China Eastern Airlines.

Selain itu, masih belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab jatuhnya China Eastern Airlines. Beberapa penyiar televisi lokal mengatakan kecelakaan ini menyebabkan “gunung terbakar” yang kemudian segera dipadamkan.

Baca Juga: Kabar Menag dari Jeddah, Tahun Ini Arab Saudi Terima Jemaah Haji dari Luar Negeri

Pesawat Boeing 737-800 ini dijadwalkan terbang dari Kota Kunming menuju bagian selatang Guangzhou. Namun sayangnya, pengendali lalu lintas udara kehilangan kontak di wilayah Guangxi pada Senin siang, menurut Civil Aviation Administration of China (CAAC).

“Pesawat ini telah jatuh,” tutur perwakilan CAAC. Mereka pun melaporkan bahwa pesawat ini membawa 132 penumpang dan 9 awak kapal.

“Semuanya pergi ke gunung,” jujur Tang Min, seorang pemilik restoran kecil di dekat tempat insiden jatuhnya kapal ini terjadi.

Baca Juga: Pesawat Boeing 737 Milik China Eastern Airlines Jatuh di Hutan, 132 Penumpang Belum Diketahui Nasibnya

China Eastern sendiri merupakan satu dari tiga perusahaan penerbangan terbaik di China yang mengoperasikan penerbangan domestik dan internasional ke 248 tujuan. Situs resmi penerbangan ini pun berubah menjadi hitam putih pada Senin siang dan membuka nomor telepon darurat mereka.

Perusahaan melaporkan China Eastern memilik 289 seri Pesawat Boeing 737 dalam kondisi terbaiknya selama beberapa dekade ke belakang.

Berdasarkan Aviation Safety Network, kecelakaan penerbangan terakhir terjadi pada tahun 2010 yang menewaskan 44 orang dari 96 karena kondisi cuaca yang sulit disesuaikan untuk melihat di sekitar Bandara Yichin.

Baca Juga: Madura United Terseret Kasus Dugaan Penipuan Robot Trading Viral Blast

Penerbangan paling mematikan di China sendiri terjadi pada tahun 1994 ketika China Northwest Airlines jatuh dan menewaskan 160 korban tanpa sisa.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: aljazeera.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahmoud Abbas: Lindungi Rakyat Palestina!

Jumat, 15 April 2022 | 16:20 WIB

Profil Singkat Sunway Medical Center

Senin, 11 April 2022 | 10:24 WIB
X