• Selasa, 18 Januari 2022

RSHS Peringati Hari Kanker Anak Dunia 2020, Puluhan Penyintas Kanker Hadir

- Rabu, 19 Februari 2020 | 08:32 WIB
BANDUNG – Sejumlah anak penyintas kanker bernyanyi bersama saat mengikuti gelaran acara Memperingati Hari Kanker Anak Dunia 2020 di Gedung Anggrek, lantai IV, Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020). RSHS menggelar peringatan Hari Kanker Anak Dunia yang setiap tahunnya jatuh pada 15 Februari. Acara dihadiri puluhan anak penyintas kanker dari Yayasan Kanker Anak Indonesia dan Yayasan Rumah Cinta. Kegiatan ini bertujuan untuk membahagiakan anak-anak penyintas kanker. Dalam acara ini digelar juga talk show berupa pentingnya edukasi tentang kanker bagi orang tua dan masyarakat. Selain itu ada juga permainan dan hiburan yang mendatangkan badut-badut lucu sambil bermain musik. Menurut Dokter Spesialis Anak RSHS Bandung, dr. Nur Suryawan, Sp.A(K)., M.Kes, gejala kanker pada anak yang mudah dideteksi adalah pucat, pendarahan, bintik-bintik, mimisan, dan demam yang berulang kali. Khusus untuk kanker anak adalah kanker astetemik yang ada di dalam darah. Biasanya mereka menderita leukemia yang di derita mulai umur 3 - 5 tahun. Penyebab kanker itu sendiri merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Lebih lanjut Nur Suryawan mengatakan, setiap harinya di RSHS secara keseluruhan yang dirawat atau kemoterapi ada sekitar 30 hingga 40 orang pasien. Pasien baru tiap hari ada saja yang terdiagnosa kanker anak. BNP/Job ISI PP/Elvi Febrida Yenti
BANDUNG – Sejumlah anak penyintas kanker bernyanyi bersama saat mengikuti gelaran acara Memperingati Hari Kanker Anak Dunia 2020 di Gedung Anggrek, lantai IV, Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020). RSHS menggelar peringatan Hari Kanker Anak Dunia yang setiap tahunnya jatuh pada 15 Februari. Acara dihadiri puluhan anak penyintas kanker dari Yayasan Kanker Anak Indonesia dan Yayasan Rumah Cinta. Kegiatan ini bertujuan untuk membahagiakan anak-anak penyintas kanker. Dalam acara ini digelar juga talk show berupa pentingnya edukasi tentang kanker bagi orang tua dan masyarakat. Selain itu ada juga permainan dan hiburan yang mendatangkan badut-badut lucu sambil bermain musik. Menurut Dokter Spesialis Anak RSHS Bandung, dr. Nur Suryawan, Sp.A(K)., M.Kes, gejala kanker pada anak yang mudah dideteksi adalah pucat, pendarahan, bintik-bintik, mimisan, dan demam yang berulang kali. Khusus untuk kanker anak adalah kanker astetemik yang ada di dalam darah. Biasanya mereka menderita leukemia yang di derita mulai umur 3 - 5 tahun. Penyebab kanker itu sendiri merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Lebih lanjut Nur Suryawan mengatakan, setiap harinya di RSHS secara keseluruhan yang dirawat atau kemoterapi ada sekitar 30 hingga 40 orang pasien. Pasien baru tiap hari ada saja yang terdiagnosa kanker anak. BNP/Job ISI PP/Elvi Febrida Yenti

BANDUNG – Sejumlah anak penyintas kanker bernyanyi bersama saat mengikuti gelaran acara Memperingati Hari Kanker Anak Dunia 2020 di Gedung Anggrek, lantai IV, Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020). RSHS menggelar peringatan Hari Kanker Anak Dunia yang setiap tahunnya jatuh pada 15 Februari. Acara dihadiri puluhan anak penyintas kanker dari Yayasan Kanker Anak Indonesia dan Yayasan Rumah Cinta. Kegiatan ini bertujuan untuk membahagiakan anak-anak penyintas kanker. Dalam acara ini digelar juga talk show berupa pentingnya edukasi tentang kanker bagi orang tua dan masyarakat. Selain itu ada juga permainan dan hiburan yang mendatangkan badut-badut lucu sambil bermain musik. Menurut Dokter Spesialis Anak RSHS Bandung, dr. Nur Suryawan, Sp.A(K)., M.Kes, gejala kanker pada anak yang mudah dideteksi adalah pucat, pendarahan, bintik-bintik, mimisan, dan demam yang berulang kali. Khusus untuk kanker anak adalah kanker astetemik yang ada di dalam darah. Biasanya mereka menderita leukemia yang di derita mulai umur 3 - 5 tahun. Penyebab kanker itu sendiri merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Lebih lanjut Nur Suryawan mengatakan, setiap harinya di RSHS secara keseluruhan yang dirawat atau kemoterapi ada sekitar 30 hingga 40 orang pasien. Pasien baru tiap hari ada saja yang terdiagnosa kanker anak. BNP/Job ISI PP/Elvi Febrida Yenti

Editor: Administrator

Terkini

X