• Kamis, 19 Mei 2022

Pelajar Harus Mengajak Orang Tua atau Kakek Nenek Untuk Ikut Divaksin

- Senin, 25 Oktober 2021 | 20:50 WIB
Sejumlah pelajar divaksin pada pekan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 41 Kota Bandung, Senin, 25 Oktober 2021. Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar diharuskan mengajak orang tua atau kakek/nenek untuk ikut divaksin sebagai cara untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. (Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar)
Sejumlah pelajar divaksin pada pekan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 41 Kota Bandung, Senin, 25 Oktober 2021. Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar diharuskan mengajak orang tua atau kakek/nenek untuk ikut divaksin sebagai cara untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. (Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar diharuskan satu siswa mengajak orang tua atau kakek/nenek untuk ikut divaksin. Program tersebut digelar untuk mendukung pembelajaran tatap muka bagi pelajar dan mempercepat vaksinasi lansia yang saat ini masih menjadi kendala.

Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil menuturkan bahwa salah satu kendala dalam vaksinasi lansia, khususnya di perdesaan, yaitu sulitnya akses menuju tempat penyuntikan vaksin. Oleh karena itu, pihaknya menggerakkan para bidan untuk jemput bola ke rumah-rumah lansia.

"Mereka belum divaksin karena sulitnya akses transportasi. Mau ke sentra vaksinasi kejauhan, maka kami punya program menggerakkan para bidan desa untuk jemput bola," tutur Atalia saat meninjau pekan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 41 Kota Bandung, Senin 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Selain Uang Pesangon, Pekerja Yang Diberhentikan Kerja Berhak Mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Faktor lain yang menyebabkan lansia belum divaksin yakni masih banyaknya hoaks. Untuk itu, Atalia yang juga Bunda Literasi Jabar terus mendorong peningkatan literasi masyarakat, khususnya di perdesaan, terkait pentingnya vaksinasi Covid-19.

"Masih ada masyarakat yang termakan hoaks, ada microchip-nya lah, bisa meninggal lah dan lainnya," tuturnya.

Kegiatan vaksinasi yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional II Jabar bersama bank bjb tersebut berlangsung di sejumlah SMP di Kota Cirebon, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Ridwan Kamil Nyatakan Komitmen Majukan Pesantren Seperti Perda Nomor 2 tahun 2021 dan Program OPOP

Atalia mengapresiasi semua pihak yang turut mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi COVID-19.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seberapa Bahaya Plastik BPA untuk Kesehatan?

Jumat, 15 April 2022 | 13:17 WIB

Gejala Omicron Bisa Muncul di Mata dan Hidung

Minggu, 6 Februari 2022 | 22:20 WIB
X