• Kamis, 18 Agustus 2022

Pemerintah Akan Gencarkan Telemedisin untuk Pasien Omicron yang Mayoritas Dirawat di Rumah

- Rabu, 12 Januari 2022 | 20:54 WIB
Ilustrasi Covid 19 Varian Omicron. (Pixabay/geralt)
Ilustrasi Covid 19 Varian Omicron. (Pixabay/geralt)

Selain itu, pemerintah juga memulai vaksinasi dosis lanjutan atau booster Covid-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas, untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari Covid-19 termasuk Omicron.

Dalam pernyataannya, Nadia mengungkapkan bahwa penambahan kasus konfirmasi Omicron masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Dari 506 kasus konfirmasi hanya 84 kasus yang merupakan transmisi lokal.

Baca Juga: Jembatan Double Track Leuwigajah Diresmikan, Biaya Pembuatannya Rp27 Miliar

Nadia menambahkan, selain kasus konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin, 10 Januari 2022 terdeteksi sebanyak 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari S Gene Target Failure (SGTF).

“Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian di mana dari sejumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat,” imbuhnya.

Nadia pun mengingatkan masyarakat mengenai potensi lonjakan kasus, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.

Baca Juga: Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Tak Ada Faktor yang Meringankan Terdakwa

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable Omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seberapa Bahaya Plastik BPA untuk Kesehatan?

Jumat, 15 April 2022 | 13:17 WIB
X