• Selasa, 4 Oktober 2022

Dukung Percepatan Penurunan Stunting Hingga 14% di 2024, 2.000 Bidan Ikuti Penguatan Peran Edukasi

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:14 WIB
Dukung percepatan penurunan stunting hingga 14% di 2024, 2.000 bidan ikuti penguatan peran edukasi. (BNP/Yurri Erfansyah)
Dukung percepatan penurunan stunting hingga 14% di 2024, 2.000 bidan ikuti penguatan peran edukasi. (BNP/Yurri Erfansyah)

BANDUNGNEWSPHOTO - Status kesehatan Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan, dari tingginya penyakit tidak menular dan masih belum teratasinya penyakit menular.

Ditambah lagi Indonesia mengalami masalah dengan gizi terutama gizi kurang atau stunting dan gizi lebih atau obesitas. Dan berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%.

Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%.

Baca Juga: Program Pengentasan Stunting di Kota Bandung Perlu kolaborasi Semua Pihak

Sementara Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik.

Penulis dan Pegiat Literasi, Maman Suherman (kiri), bersama Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, saat acara Seminar Nasional secara hybrid di Bandung, Kamis 11 Agustus 2022. (BNP/Yurri Erfansyah)

Dalam rangka mencegah terjadinya gizi buruk, sebanyak lebih dari 2.000 bidan mengikuti kegiatan penguatan peran edukasi bidan untuk masyarakat.

Edukasi tersebut merupakan bagian dari program kemitraan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting hingga 14% yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2024.

Baca Juga: Angka Stunting pada 8 Provinsi Percontohan di Indonesia Berpotensi Turun Lewat Aksi Bersama Cegah Stunting

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X