• Jumat, 19 Agustus 2022

Reaksi Jokowi Setelah Menteri Kesehatan Temukan Virus Varian Omicron di Indonesia

- Kamis, 16 Desember 2021 | 18:51 WIB
Presiden RI, Joko Widodo (setkab.go.id)
Presiden RI, Joko Widodo (setkab.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pemerintah sudah mengumumkan kasus pertama Covid-19 varian omicron di Indonesia ditemukan terpapar kepada seorang petugas kebersihan di pusat karantina Wisma Atlet Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

Setelah Kementerian Kesehatan RI mengumumkan, Presiden Joko Widodo pun langsung mengajak masyarakat untuk mewaspadai penularan virus varian Omicron ini. Ajakan tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan persnya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 Desember 2021.

“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di tanah air. Jangan sampai terjadi penularan lokal,” ujar Preside seperti dikutip BandungNewsPhoto dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis, 16 Desember 2021.

Baca Juga: Waspada, Kasus Pertama Omicron di Indonesia Ditemukan di Wisma Atlet Jakarta

Jokowi mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga situasi di Indonesia dengan mempertahankan jumlah kasus aktif tetap rendah, serta mengawasi tingkat penularan agar tetap di bawah satu.

“Waspada penting, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik. Sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien-pasien yang sudah mendapatkan vaksin,” jelasnya.

Karena itu, Presiden meminta kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis satu maupun dosis dua agar segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Di samping itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menerapkan protokol secara ketat.

Baca Juga: Vaksinasi Anak Usia 6-11 tahun di Kabupaten Bandung Dimulai Desember Tahun ini

“Meski situasi di dalam negeri sudah mendekati normal, Saudara-saudara semuanya jangan kendur menerapkan protokol kesehatan, tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” tegasnya.

Kepala Negara juga meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan testing dan tracing dari kontak erat pasien. “Saya minta seluruh warga maupun pejabat negara untuk menahan diri tidak bepergian ke luar negeri, paling tidak sampai situasi mereda,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick Thohir: BUMN sebagai Penyeimbang Pasar

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:23 WIB

Pembenahan dan Restrukturisasi BUMN Dapat Apresiasi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:00 WIB
X