• Minggu, 3 Juli 2022

Kemenkes Pastikan Kesiapan Rumah Sakit Antisipasi Lonjakan Omicron

- Senin, 3 Januari 2022 | 19:21 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (setkab.go.id)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (setkab.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kementerian Kesehatan memastikan, kesiapan rumah sakit untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus varian Omicron. Dari sekitar 400 ribu tempat tidur yang ada di rumah sakit, 30 persen atau 120 ribu telah dialokasikan untuk penanganan pasien Covid-19.

Kesiapan itu disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin, 3 Januari 2022.

“Sekarang yang terisi sekitar 2.400-2.500-an. Jadi masih ada room lebih dari 110 ribu yang sebelumnya memang kita sudah dialokasikan untuk Covid-19,” terang Menkes.

Baca Juga: Seminggu Lagi Bertemu Eren dan Kawan-kawan, Catat Tanggal Tayang Attack on Titan Final Season Part 2!

Selain tempat tidur perawatan, pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan oksigen jika terjadi lonjakan. Menkes menyampaikan, setelah puncak kasus Covid-19 pada bulan Juli 2021 lalu pihaknya sudah mendatangkan 16 ribu oxygen concentrator atau setara dengan 800 ton per hari yang didistribusikan ke seluruh RS di Indonesia terutama yang akses oksigennya sulit.

“Kita juga sudah menerima dan sekarang sedang memasang, 70 persen sudah selesai, 31 oksigen generator. Ini oksigen yang besar yang bisa menyuplai satu rumah sakit dan juga bisa buat mengisi tabung, itu juga kita sudah siapkan,” ujarnya.

Menkes menambahkan, kebutuhan oksigen per hari untuk penanganan pasien COVID-19 di saat puncak pandemi pada Juli lalu mencapai 2.200 ton, sedang dalam kondisi normal mencapai 700 ton.

Baca Juga: Kabar Duka, Pemain Belia Persikabo Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Lalu Lintas Sebelum Sampai Bali

Dalam keterangan persnya, Budi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia relatif lebih rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh ketatnya karantina yang dilakukan pemerintah bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Indonesia alhamdulillah relatif lebih rendah kalau kita lihat dari populasinya dan juga luas geografisnya. Ini berhubung karantina kita sudah cukup ketat, kita berhasil menahan masuknya Omicron ke dalam,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X