• Kamis, 19 Mei 2022

Jokowi Targetkan Kredit UMKM pada 2024 Capai 30 Persen, Dorong Kemudahan Akses Permodalan

- Kamis, 20 Januari 2022 | 20:55 WIB
Seskab Pramono Anung menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, secara virtual dari Kantor Setkab, Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022. (Humas Setkab/Rahmat)
Seskab Pramono Anung menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, secara virtual dari Kantor Setkab, Jakarta, Kamis, 20 Januari 2022. (Humas Setkab/Rahmat)

BANDUNGNEWSPHOTO - Presiden Jokowi menargetkan porsi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perbankan pada 2024 mencapai 30 persen atau meningkat 10 persen dari porsi saat ini.

Presiden Jokowi mendorong kemudahan akses permodalan bagi para pelaku UMKM di Indonesia dengan strategi yang menerapkan berbagai terobosan serta diikuti aksi-aksi yang serius.

Meskipun pelaku usaha UMKM di tanah air jumlahnya sangat besar, namun hingga saat ini porsi kreditnya di perbankan masih berkutat di kisaran 20 persen saja.

Baca Juga: Jabar Jatim Sepakat Swasembada Pangan dan Hilirisasi Industri Baterai Mobil Listrik

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 20 Januari 2022.

“Target kita di tahun 2024 bisa mencapai 30 persen porsi untuk UMKM kita. Untuk bisa sampai ke angka tersebut, kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah saja, diperlukan strategi yang harus dijalankan dengan terobosan-terobosan dari sekarang dan diikuti oleh aksi-aksi yang serius, yang konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Jokowi menekankan bahwa akses permodalan bagi pelaku usaha tersebut harus dipermudah dan dipercepat sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha dan juga UMKM untuk mengembangkan usaha atau memperbesar skala usahanya.

Baca Juga: Wisata Religi Miliki Potensi Ekonomi Tinggi, Jabar Matangkan Wisata Religi Terkonsep

“Tidak boleh lagi ada cerita misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal yang sulit, UMKM yang kesulitan mengakses permodalan, koperasi yang sulit mengakses permodalan,” tegasnya.***

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Sumber: Sekretariat Kabinet RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X