• Rabu, 17 Agustus 2022

Jumlah Peserta PPS Capai 10.670 WP, Menkeu Kembali Ajak WP Manfaatkan PPS

- Senin, 7 Februari 2022 | 21:05 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Kemenkeu/DJBC-Radhitya)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Kemenkeu/DJBC-Radhitya)

BANDUNGNEWSPHOTO - Jumlah peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) hingga 6 Februari 2022 mencapai 10.670 Wajib Pajak (WP) dengan nilai harta bersih Rp10.236,89 miliar dan penerimaan negara yang terkumpul Rp1.098,79 miliar.

Program yang diberlakukan mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2022 ini memberikan kesempatan bagi WP untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakannya yang belum dipenuhi secara sukarela.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mengajak WP untuk memanfaatkan PPS sebagaimana yang ada dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Baca Juga: Ini Alasan Denda Rp500 Ribu terhadap Mall Festival Citylink, yang Melanggar Prokes Kerumunan Acara Barongsai

Kebijakan PPS dibagi menjadi dua. Pertama, diperuntukkan bagi peserta yang belum mengungkapkan harta yang diperoleh sebelum Desember 2015.

“Ada WP yang belum mengikuti tax amnesty yang pertama itu, sekarang kami memberikan kesempatan sekali lagi. Ini yang disebut PPS kebijakan satu,” ujar Menkeu, dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin, 7 Februari 2022.

Kebijakan I PPS meliputi pengenaan tarif PPh Final 11 persen bagi harta di luar negeri yang tidak direpatriasi, 8 persen untuk harta di luar negeri yang direpatriasi dan harta dalam negeri, dan 6 persen bagi harta di luar negeri yang direpatriasi dan harta dalam negeri serta diinvestasikan dalam Surat Berharga Negara (SBN) atau hilirisasi Sumber Daya Alam/Energi Terbarukan.

Baca Juga: Pemkot Bandung Kembali Berlakukan Ganjil Genap di Exit Tol Pasteur

Selanjutnya, Kebijakan II PPS diperuntukkan bagi WP yang belum mengungkapkan harta yang diperoleh dari 2016 sampai dengan 2020 dalam SPT Tahunan 2020.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Sumber: Kemenkeu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X