• Jumat, 19 Agustus 2022

Kota Cirebon Masih PPKM Level 4, Resepsi Pernikahan Dihadiri 25 Persen Kapasitas dan Tak Ada Makan di Tempat

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 15:03 WIB
Seorang make up artist (MUA) merias wajah modelnya saat gelaran Open House Wedding, Food Testing, dan Grand Opening Triple A Organizer di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Minggu, 20 Februari 2022. Pandemi bukan halangan untuk gelar pesta pernikahan, gedung ini bisa jadi salah satu pilihan tempat resepsi. (BNP/Yurri Erfansyah)
Seorang make up artist (MUA) merias wajah modelnya saat gelaran Open House Wedding, Food Testing, dan Grand Opening Triple A Organizer di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Minggu, 20 Februari 2022. Pandemi bukan halangan untuk gelar pesta pernikahan, gedung ini bisa jadi salah satu pilihan tempat resepsi. (BNP/Yurri Erfansyah)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sejak tanggal 22 Februari 2022 hingga 28 Februari 2022, sebanyak empat daerah di Indonesia berstatus PPKM Level 4.

Keempat daerah yang berstatus PPKM Lecel 4 itu adalah Kota Cirebon (Jawa Barat), Kota Magelang, Kota Tegal (Jawa Tengah), dan Kota Madiun (Jawa Timur).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Z.A. menyebutkan menjelaskan tentang pengaturan wilayah dengan Level 4 pada Inmendagri 12/2022, di antaranya kegiatan pada sektor nonesensial dapat beroperasi 25 persen WFO (work from office) bagi pegawai yang sudah divaksin.

Baca Juga: Gacha atau Skip? Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Gacha Yae Miko di Genshin Impact

Industri orientasi ekspor dapat beroperasi 75 persen staf untuk setiap sif di fasilitas produksi/pabrik, dan 25 persen pelayanan administrasi perkantoran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Perhotelan nonkarantina dapat beroperasi dengan melakukan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan kapasitas 50 persen, serta 25 persen untuk penggunaan ballroom/fasilitas kebugaran/ruang rapat.

Restoran/rumah makan, kafe, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, hingga kegiatan pada pusat perbelanjaan dapat beroperasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Baca Juga: Selamat, Tri Andayani Menjadi Direktur Utama PT Pelni

Khusus bagi supermarket, hypermarket, dan pusat perbelanjaan perlu dilakukan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dan hanya pengunjung dengan kategori hijau yang dapat diizinkan masuk.

Restoran/rumah makan dan kafe dengan jam operasional mulai dari pukul 18.00—00.00 dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen. Pasar rakyat yang menjual barang nonkebutuhan sehari-hari tetap diizinkan beroperasi namun hanya sampai pukul 20.00.

Tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 35 persen, kecuali untuk bioskop maksimal 25 persen dari kapasitas. Pusat kebugaran/gym dapat beroperasi maksimal 25 persen dari kapasitas.

Baca Juga: 5 Berita Terheboh 25 Februari 2022, Dari Sosok Tri Andayani Hingga Ending Ghost Doctor

Fasilitas umum dan tempat kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan dapat beroperasi maksimal 25 persen, sedangkan untuk operasional tempat ibadah dapat melaksanakan aktivitas maksimal 50 persen.

Resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Anak-anak di bawah usia 12 tahun dapat melakukan aktivitas di tempat umum dengan didampingi orang tua. Khusus bagi anak usia 6—12 tahun wajib menunjukkan bukti vaksinasi dosis pertama.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina, UEFA Pindahkan Final Liga Champions dari Sanit Petersburg ke Prancis

"Terhadap adanya kecenderungan peningkatan level daerah perlu disikapi dengan upaya 3T yang intensif, sekaligus mengarahkan orang yang bergejala ringan atau sedang untuk melalukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat," katanya.

Upaya tersebut, menurut dia, untuk memastikan kendali di sektor hilir rumah sakit tidak mengalami tekanan dan peningkatan yang eksponensial. Hal itu dapat terwujud bila posko desa/kelurahan bergerak aktif di sektor mikro.

"Mencermati kondisi dewasa ini, pemerintah daerah harus terus melakukan percepatan vaksinasi dosis kedua dan menggencarkan vaksin booster yang paralel dengan upaya edukasi berkelanjutan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan bagi seluruh elemen masyarakat," ujarnya.***

Editor: Bobby Satria

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick Thohir: BUMN sebagai Penyeimbang Pasar

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:23 WIB

Pembenahan dan Restrukturisasi BUMN Dapat Apresiasi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:00 WIB
X