• Sabtu, 13 Agustus 2022

KPK Tahan Tersangka Ivana Kwelju Sebagai Pemberi Suap Eks Bupati Buru Selatan Maluku

- Rabu, 2 Maret 2022 | 20:39 WIB
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu, 2 Maret 2022.  (Tangkapan Layar YouTube KPK RI)
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu, 2 Maret 2022. (Tangkapan Layar YouTube KPK RI)

BANDUNGNEWSPHOTO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap tersangka Direktur PT VCK Ivana Kwelju (IK) selaku pemberi suap kepada mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.

"Pada hari ini akan kami umumkan penahanan tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji, terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto pada tayangan YouTube KPK RI, Rabu, 2 Maret 2022.

Untuk merampungkan berkas perkara penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan bagi tersangka Ivana untuk 20 hari pertama, dimulai tanggal 2 Maret 2022 sampai 21 Maret 2022 di Rutan KPK, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca Juga: Karang Taruna Gedebage Bandung Ciptakan Mesin Pengolah Sampah, Dipakai di Kota-Kota Besar di Indonesia

Menurut Karyoto, pada 2015 Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mengumumkan adanya paket proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan sumber anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran 2015.

Salah satu proyek pekerjaan infrastruktur itu ialah pembangunan Jalan Dalam Kota Namrole, dengan nilai proyek Rp3 miliar.

"Tersangka TSS, selaku Bupati Buru Selatan periode 2011-2016, diduga secara sepihak memerintahkan pejabat di Dinas PU untuk langsung menetapkan PT VCK, milik tersangka IK, sebagai pemenang paket proyek pekerjaan tersebut walaupun proses pengadaan belum dilaksanakan," katanya.

Baca Juga: Jokowi Undang Talenta Digital Indonesia di Luar Negeri untuk Kembali, Bangun Sistem Digital Nasional

Sekitar Februari 2015, sebelum lelang dilaksanakan, tersangka IK diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta sebagai tanda jadi untuk tersangka TSS melalui rekening bank milik tersangka JRK, yang adalah orang kepercayaannya. "Tersangka TSS dengan menuliskan keterangan pada slip pengiriman DAK tambahan APBNP bursel," katanya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Sumber: YouTube KPK RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X