• Senin, 4 Juli 2022

Pendiri Robot Trading Viral Blast, Putra Wibowo Masuk Daftar Pencarian Orang yang Diterbitkan Polri

- Senin, 4 April 2022 | 18:33 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian terhadap warga di desa Wadas Purworejo Jawa Tengah. (humas.polri.go.id)
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian terhadap warga di desa Wadas Purworejo Jawa Tengah. (humas.polri.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkapkan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pendiri robot trading Viral Blast Global Karya, Putra Wibowo.

"Kami terbitkan DPO terkait platform robot trading Viral Blast atas nama Putra Wibowo, laki-laki bertempat tinggal di Lumajang, Jawa Timur," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan seperti dikutip BandungNewsPhoto.com dari laman PMJNews.com, Senin, 4 April 2022.

Ramadhan menyebut, Putra Wibowo menjadi DPO atas keterlibatannya dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan perdagangan yang dilakukan PT Trans Global Karya dan PT Asia Smart Digital.

Baca Juga: Selain Vonis Mati, Harta Herry Wirawan pun Dirampas

"Dengan menjalankan investasi bodong berupa robot trading dengan nama platform Viral Blast Global," jelasnya.

Sebanyak empat petinggi PT Trust Global Karya yang merupakan perusahaan pengelola Viral Blast Global ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong yakni RPW, Minggus Umboh, dan Zainal Hudha Purnama dan Putra Wibowo.

Tiga dari empat tersangka yakni RPW, Minggus Umboh, dan Zainal Hudha Purnama telah ditahan.

Baca Juga: SNMPTN 2022: Seminggu Lagi, Ini Link Panduan Registrasi Administrasi Calon Mahasiswa Baru Unnes

Adapun modus operandi dalam kasus ini yaitu PT Trust Global Karya memasarkan e-book dengan nama Viral Blast kepada para member sebelum melakukan trading di bursa komoditas. Tercatat 12 ribu member tertipu dan menjadi korban dengan nilai kerugian Rp1,2 triliun.

Terkait kasus ini, penyidik telah menyita dan memblokir sejumlah rekening milik para tersangka dengan total uang Rp90.258.932.000.***

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: PMJnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X