• Rabu, 10 Agustus 2022

Izin Ekspor Minyak Goreng Rugikan Negara, Totalnya Masih Dihitung

- Rabu, 20 April 2022 | 10:36 WIB
Antre minyak goreng (Biro Adpim Jabar)
Antre minyak goreng (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin fasilitas ekspor minyak goreng periode 2021-2022, tengah didalami tim Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi dugaan tindakan gratifikasi dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin fasilitas ekspor minyak goreng periode 2021-2022 tersebut.

"Perhitungan kami, sedang dilaksanakan. Kemudian kalau itu ada gratifikasi pasti akan didalami," terang Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam siaran persnya, di Jakarta, seperti dikutip dari PMJNews.com, Rabu, 20 April 2022.

Baca Juga: Ingat, Pelaku Sodomi 15 Anak di Pangalengan Bukan Guru Pesantren

Dalam kasus kali ini, Burhanuddin memastikan bakal menangani perkara tersebut secara cepat dengan mencari adanya dugaan pelanggaran melawan hukum dalam praktek izin ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

"Jadi UU untuk sarana melawan hukum saja. Kami akan segera dalami ini, kami akan minta pada Dirdik Jampidsus harus segera, kita mungkin tidak hal-hal biasa," jelasnya.

"Kita akan lakukan penanganan ini yang luar biasa, karena memerlukan kecepatan," tegasnya.

Baca Juga: Minibus Tertabrak KRL di Citayam,KAI Commuter Minta Maaf

Sebelumnya, Kejagung sudah menetapkan empat tersangka salah satunya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.

Selanjutnya, tiga orang lainnya Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group; dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: PMJNews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X