• Kamis, 30 Juni 2022

Ini Hasil Investigasi Kemenkes terhadap Tiga Kasus Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

- Jumat, 6 Mei 2022 | 09:56 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers (YouTube Kemenkes)
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers (YouTube Kemenkes)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan hasil investigasi terhadap tiga kasus dugaan hepatitis akut pada anak Jakarta yang meninggal dunia, akhir April lalu.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada anak tersebut.

"Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut, sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan," kata dr. Nadia dalam keterangan resmi Kemenkes yang dikutip BandungNewsPhoto, Jumat, 6 Mei 2022.

Baca Juga: Jasa Marga: Hati-hati, Sejak Pagi Jakarta-Cikampek Dipadati Ribuan Kendaraan Pemudik

Disebutkan, pada ketiga kasus ini, anak berusia 2 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia 8 mendapatkan vaksinasi Covid-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan hepatitis lengkap. Ketiganya negatif Covid-19.

Berdasarkan hasil investigasi juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta. Yang usia 2 tahunn vaksin hepatitis dan yang 8 (covid 1 kali dan vaksin lengkap) dan 11 (covid dan hepatitis lengkap).

"Sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat tadi, tetapi masuk pada kriteria pending klasifikasi karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,'' ucap dr. Nadia.

Baca Juga: Roma dan Feyenoord Terbang ke Tirana untuk Berebut Gelar Juara Liga Konferensi

Selain itu, tambah dr. Nadia, tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dari ketiga anak. Tidak ditemukan juga anggota keluarga lain yang memiliki gejala sama. Keluhan utama yang disampaikan dari saluran cerna, mengalami keluhan mual, muntah, dan diare hebat.***

Editor: Bobby Satria

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X