• Kamis, 30 Juni 2022

Hepatitis Akut Misterius Dikaitkan dengan Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Kemenkes RI

- Jumat, 6 Mei 2022 | 10:32 WIB
Lead Scientist Hepatitis Akut Misterius Kemenkes RI, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K) (kemenkes.go.id)
Lead Scientist Hepatitis Akut Misterius Kemenkes RI, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K) (kemenkes.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Spekulasi yang menghubung-hubungkan antara penyakit hepatitis akut misterius pada anak dengan vaksinasi Covid-19 langsung dibantah Kementerian Kesehatan (Kememnkes) RI.

Menurut Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 5 Mei 2022, spekulasi ada kaitannya vaksinasi Covid-19 dan hepatitis akut misterius itu tidak benar.

"Kejadian ini (hepatitis akut misterius) dihubungkan dengan vaksin Covid-19 itu tidak benar. Karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi Covid-19,'' ungkap Prof Hanifah seperti dikutip BandungNewsPhoto dari laman Kemenkes RI, Jumat, 6 Mei 2022.

Baca Juga: Update Genshin Impact 2.7 Ditunda, HoYoverse Berikan Kompensasi Berlimpah

Prof Hanifah menyampaikan, sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit Hepatitis Akut Yang Belum Diketahui Penyebabnya dengan virus Covid-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden (bersamaan).

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian Infeksi Hepatitis Akut pada Anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk antara lain Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen.

Baca Juga: Ini Hasil Investigasi Kemenkes terhadap Tiga Kasus Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten.***

Editor: Bobby Satria

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X