• Selasa, 16 Agustus 2022

Ini Link untuk Mendaftarkan Diri di Aplikasi MyPertamina

- Rabu, 29 Juni 2022 | 13:15 WIB
Suasana SPBU di Jalan Riau, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (BNP/Agustian Putra Nurcahyo)
Suasana SPBU di Jalan Riau, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (BNP/Agustian Putra Nurcahyo)

BANDUNGNEWSPHOTO - PT Pertamina mulai melakukan uji coba pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu pertalite dan solar dengan menyiapkan aplikasi dan website MyPertamina mulai 1 Juli 2022.

Uji coba pembatasan pembelian pertalite dan solar untuk sementara diterapkan di Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat.

Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di Mypertamina untuk mendapatkan pertalite dan solar. Jika sudah terdaftar dan masuk kategori yang disetujui, dia diperbolehkan mengisi BBM jenis tersebut di SPBU terdekat dengan memberikan bukti pendaftaran kepada petugas.

Baca Juga: Kereta Luar Biasa Bawa Presiden Jokowi dan Rombongan ke Ukraina

“Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” kata Alfian di laman resmi Pertamina.

Dijelaskan menyalurkan BBM subsidi, merupakan salah satu amanah yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat. Sebagai BBM bersubsidi, penyaluran Solar dan Pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN, PT Kimia Farma Tranding & Distribution Butuh Staf Penjualan dan Keuangan

Disebutkan, saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengkonsumsi pertalite dan solar dan jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.

Dikatakannya, masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: Pertamina.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X