• Selasa, 6 Desember 2022

206 SMK di Jabar Memulai Kurikulum Bisnis Digital, SMK Negeri 1 Bogor Menjadi Kelas Perdana

- Selasa, 11 Januari 2022 | 19:38 WIB
Sejumlah siswa mengikuti kelas perdana kurikulum bisnis digital di SMK Negeri 1 Bogor, Selasa 11 Januari 2022. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)
Sejumlah siswa mengikuti kelas perdana kurikulum bisnis digital di SMK Negeri 1 Bogor, Selasa 11 Januari 2022. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kelas perdana kurikulum bisnis digital bagi siswa SMK Jawa Barat dimulai di SMK Negeri 1 Bogor. Program pelatihan kelas bisnis digital ini merupakan kerja sama Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Shopee Indonesia.

Pelatihan bagi siswa SMK akan dilaksanakan mulai Januari 2022 dengan durasi selama enam sampai 12 bulan. Adapun jumlah SMK yang terlibat dalam kerja sama ini sebanyak 206 sekolah kejuruan.

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 406 guru yang mengikuti training of trainer. Sedangkan jumlah siswa yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 26.312 siswa.

Baca Juga: Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dominasi Kasus Covid-19, Luhut: Tahan Diri Untuk Tidak ke Luar Negeri

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kurikulum bisnis digital ini diharapkan bisa menciptakan generasi penerus yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan tantangan global, sehingga lulusan SMK siap memasuki dunia kerja.

"Dengan begitu anak-anak SMK Jawa Barat akan juara di bidang digital, akan banyak diserap pasar, dan didoakan juga mayoritas menjadi wirausaha," kata Ridwan Kamil, saat meluncurkan kelas perdana kurikulum bisnis digital, Selasa, 11 Januari 2022.

Oleh karena itu, lahirnya kurikulum bisnis digital menjadi salah satu bentuk kekuatan di dunia pendidikan dalam beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan teknologi. Mengingat saat ini, Indonesia menghadapi dua disrupsi. Salah satunya adalah disrupsi 4.0.

Baca Juga: Empat Gedung Polda Jabar Selesai Renovasi, Ridwan Kamil: Tingkatkan Kinerja Layani Masyarakat

Lewat kurikulum bisnis digital ini juga bisa memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atau soft skill dalam penyelenggaraan bisnis digital. Pembelajaran digital juga akan melahirkan wirausaha-wirausaha yang bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X