Ridwan Kamil Ajak Lulusan Unpad Jadi Pemimpin Karena Profesinya Tidak Akan Pernah Hilang

- Selasa, 8 November 2022 | 21:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat acara wisuda gelombang I Tahun Akademik 2022/2023 Universitas Padjadjaran di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Selasa, 8 November 2022. (Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat acara wisuda gelombang I Tahun Akademik 2022/2023 Universitas Padjadjaran di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Selasa, 8 November 2022. (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada ratusan lulusan Universitas Padjadjaran agar menjadi pemimpin baik sebagai pengusaha atau pekerja, karena profesinya tidak akan pernah hilang tergerus perubahan zaman.

Demikian dikatakan Ridwan Kamil, saat acara wisuda gelombang I Tahun Akademik 2022/2023 Universitas Padjadjaran di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Selasa, 8 November 2022.

Menurutnya, lapangan pekerjaan yang bisa dipilih yang sifatnya dinamis, punya karakteristik memecahkan masalah (problem solving), serta bukan lapangan pekerjaan yang bersifat rutinitas yang input dan outputnya sama.

Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan ASN Pemda Kota Bandung Tetap Layani Publik Usai Tragedi Kebakaran

Lapangan pekerjaan jenis ini memerlukan kepemimpinan diri yang baik. Menurut Ridwan Kamil, pekerjaan tertinggi yang tidak akan punah menurut riset adalah kepemimpianan.

"Saya doakan Anda semua menjadi pemimpin perusahaannya, pemimpin di institusinya, pemimpin di masyarakatnya, pemimpin di partai politiknya, semua yang berorientasi pada leadership itu adalah profesi yang tidak akan pernah hilang," ujar Ridwan Kamil.

Selain itu, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- juga meminta kepada ratusan lulusan Unpad untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Hal itu perlu dilakukan untuk menjawab tantangan dan tuntutan zaman.

Baca Juga: Pemda Provinsi Luncurkan Pion Jabar Untuk Kemudahan Pengadaan Barang dan Jasa

"Dunia juga makin kompetetitif. Anda-anda yang tidak siap dengan disrupsi digital akan jadi gerbong yang ketinggalan kereta. Akan ada 80 juta pekerjaan yang akan hilang oleh revolusi digital. Sesuatu yang rutin akan hilang digantikan oleh mesin. Namun, di balik hilangnya 80 juta pekerjaan, akan hadir 100 jutaan pekerjaan baru dengan definisi baru," ucap Kang Emil.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X