• Senin, 24 Januari 2022

Ratusan Buruh di KBB Unjuk Rasa Tolak Kenaikan TDL dan Tuntut Upah Layak

- Senin, 15 Mei 2017 | 15:57 WIB
BANDUNG BARAT - Ratusan buruh dari sejumlah serikat pekerja berjalan kaki saat melintas di Jalan Padalarang menuju Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/5/2017). Dalam aksinya mereka menuntut berbagai hal seperti upah layak, jaminan kesehatan, penolakan kenaikan tarif dasar listrik dan tuntutan lainnya. Massa berkumpul di halaman Kantor DPRD KBB sejak pukul 09.00 WIB. Perwakilan buruh secara bergantian menyampaikan orasi di atas mobil komando. Ketua SPSI KBB Kuswana mengungkapkan, kenaikan TDL paling berdampak terhadap para buruh yang kebanyakan masih mengontrak rumah. Sementara, kontrakan rumah buruh rata-rata memiliki kapasitas 900 watt dan terkena dampak TDL.
BANDUNG BARAT - Ratusan buruh dari sejumlah serikat pekerja berjalan kaki saat melintas di Jalan Padalarang menuju Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/5/2017). Dalam aksinya mereka menuntut berbagai hal seperti upah layak, jaminan kesehatan, penolakan kenaikan tarif dasar listrik dan tuntutan lainnya. Massa berkumpul di halaman Kantor DPRD KBB sejak pukul 09.00 WIB. Perwakilan buruh secara bergantian menyampaikan orasi di atas mobil komando. Ketua SPSI KBB Kuswana mengungkapkan, kenaikan TDL paling berdampak terhadap para buruh yang kebanyakan masih mengontrak rumah. Sementara, kontrakan rumah buruh rata-rata memiliki kapasitas 900 watt dan terkena dampak TDL.

BANDUNG BARAT - Ratusan buruh dari sejumlah serikat pekerja berjalan kaki saat melintas di Jalan Padalarang menuju Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/5/2017). Dalam aksinya mereka menuntut berbagai hal seperti upah layak, jaminan kesehatan, penolakan kenaikan tarif dasar listrik dan tuntutan lainnya. Massa berkumpul di halaman Kantor DPRD KBB sejak pukul 09.00 WIB. Perwakilan buruh secara bergantian menyampaikan orasi di atas mobil komando. Ketua SPSI KBB Kuswana mengungkapkan, kenaikan TDL paling berdampak terhadap para buruh yang kebanyakan masih mengontrak rumah. Sementara, kontrakan rumah buruh rata-rata memiliki kapasitas 900 watt dan terkena dampak TDL. "Kami minta dewan yang terhormat agar menyampaikan rekomendasi kepada pusat agar membatalkan kenaikan TDL," ujarnya. BNP/Riki Mahardika

Editor: Administrator

Terkini

Gempa Larantuka, Tsunami Terdeteksi di Marapokot dan Reo

Selasa, 14 Desember 2021 | 12:21 WIB

Jelang lebaran 2021 Pengunjung Mal Mulai Ramai

Minggu, 9 Mei 2021 | 12:23 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Mulai Ramai

Minggu, 11 April 2021 | 22:03 WIB
X