Ridwan Kamil; Antisipasi Gas Air Mata di Stadion Sepakbola Jangan Terulang Lagi

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 21:05 WIB
Polisi melontarkan gas airmata ke penonton dalam tragedi maut di Stadion Kanjuruhan  Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. (Tangkapan layar Instagram @infojawabarat)
Polisi melontarkan gas airmata ke penonton dalam tragedi maut di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. (Tangkapan layar Instagram @infojawabarat)

BANDUNGNEWSPHOTO - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar antisipasi mengeluarkan gas air mata di stadion sepakbola jangan terulang lagi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang. Selain dilarang oleh FIFA, juga membahayakan penonton di tribun.

"Pengamanan dievaluasi. Masalah gas air mata yang mungkin seharusnya tidak terjadi," kata Ridwan Kamil di sela peninjauan Jembatan Gantung di Kabupaten Bogor, Minggu, 2 Oktober 2022.

Selain itu, kepada pihak pengelola sepak bola di Indonesia, Ridwan Kamil meminta agar tidak mementingkan rating siaran televisi. Alangkah baiknya memikirkan hal-hal yang rasional jika ada laga besar dengan tensi tinggi.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Kini 174 Orang Meninggal Dunia

"Kemudian teknis manajemen sepak bola sendiri kadang-kadang dikritisi selalu malam hari, sehingga pengamanan agak repot. Mudah-mudahan jangan dipaksakan atas nama rating tv, pendapat saya," katanya.

Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil mengucapkan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Tragedi yang terjadi setelah pertandingan Liga 1 Arema vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022 merenggut ratusan nyawa. Data terakhir saat berita ini disusun, yang meninggal sudah menembus angka 127 orang, dan masih berpotensi bertambah karena masih ada ratusan orang lagi dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Flyover Korea Laik Digunakan, Habiskan Dana Konstruksi 288 Miliar dan Pembebasan Lahan 141 Miliar

"Saya menghaturkan duka cita atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, ini adalah peristiwa tragedi yang terbesar yang kami tahu, bahkan kalau jumlah korbannya sebanyak 127 orang atau lebih itu akan membuat tragedi ini kedua terbesar di dunia sesuatu yang sangat kita tidak banggakan," ucap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X