• Senin, 15 Agustus 2022

Tujuh Aplikasi Baru SMART Birokrasi Diluncurkan Permudah Pelayanan Birokrasi

- Senin, 15 November 2021 | 20:48 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan tujuh aplikasi baru SMART Birokrasi di Jabar Command Center Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 15 November 2021. (Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan tujuh aplikasi baru SMART Birokrasi di Jabar Command Center Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 15 November 2021. (Biro Adpim Jabar)

Baca Juga: Jabar Kembangkan Kawasan Tuntas Sampah Libatkan Teknologi PT Pindad

Kemudian yang hari ini masih banyak digunakan yaitu birokrasi 2.0 atau performa. Menurut Kang Emil kelemahan birokrasi ini yakni masih menganggap bahwa urusan mengelola pembangunan adalah urusan ASN saja.

"Maka Jabar sekarang sedang menggeser pola organisasinya menjadi pola dinamis yaitu barang siapa cinta Jabar maka kita tampung dan salurkan dalam struktur OPD. Seperti hadirnya Jabar Digital Service yang 90 persennya adalah non-ASN, kita kan butuh SDM yang tahu coding, inilah kecepatan Jabar," tutup Gubernur.

Ketujuh aplikasi baru ini telah mampu mengefektifkan peran ASN hingga 50 persen, memangkas waktu layanan administrasi kepegawaian 80 persen, serta membudayakan pengurangan konsumsi kertas dalam birokrasi. Sehingga proses kerja tak lagi manual, urusan jadi lebih singkat dan cepat, serta terarsipkan dengan baik.

Baca Juga: Buruan SAE Kota Bandung Jadi Rujukan Organisasi Rikolto

"Kalau sebelumnya kita harus tetap mengumpulkan berkas hardfile dan diantarkan tapi dengan adanya banyak pelayanan kepegawaian digital lebih mempermudah," ujar Ina Farlina, pengadministrasi kepegawaian Pemda Provinsi Jabar.

Senada dengan Ina, pengguna aplikasi E-Pensiun Tresna Juhanda membandingkan dulu untuk mengajukan proses pensiun harus melalui pemberkasan fisik yang dinilainya sangat ribet.

"Kalau dulu pengajuan untuk pensiun melalui pemberkasan itu ribet karena kita harus mengumpulkan, cari dulu berkas, setelah komplet harus dilegalisir dan lainnya, baru kita mengajukan ke pengelola. Sekarang dengan menggunakan aplikasi E-Pensiun saya tinggal upload saja, pengelolanya juga mempermudah," tutur pegawai Dinas Kesehatan ini.

Baca Juga: Yana dan Rappi Tampan Bagikan Alquran dan Juz Amma untuk Dorong Visi Bandung Agamis

Kemudahan ini juga dirasakan oleh Nana Surjana, arsiparis Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Jabar. Sebagai pengelola kepegawaian Ia sangat terbantu khsusnya dalam proses kenaikan pangkat yang tak butuh waktu lama.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X