• Kamis, 19 Mei 2022

Cegah Kerusakan Lingkungan Juga Komersialisasi, Olah Minyak Jelantah jadi Biodesel sebagai Energi Alternatif

- Kamis, 30 Desember 2021 | 16:48 WIB
Cegah Kerusakan Lingkungan Juga Komersialisasi, Olah Minyak Jelantah jadi Biodesel sebagai Energi Alternatif (Universitas Trisakti)
Cegah Kerusakan Lingkungan Juga Komersialisasi, Olah Minyak Jelantah jadi Biodesel sebagai Energi Alternatif (Universitas Trisakti)

BANDUNGNEWSPHOTO - Mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel yang tentu saja bernilai ekonomis untuk kebutuhan teknologi , juga metode pengumpulan jelantah yang dilakukan secara berkelanjutan dan menjamin ketersediaan jelantah untuk kebutuhan bisnis biodiesel telah menjadi permasalahan utama yang dijumpai di masyarakat dan dunia usaha dunia industri.

Menurut Ketua Peneliti Penerima Hibah Kedaireka, Pakar Bioteknologi Lingkungan, Astri Rinanti, untuk mengatasi hal tersebut, Universitas Trisakti telah siap berkolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodesel sebagai energi alternatif.

Astri mengatakan, tujuan kegiatan ini diantaranya memproduksi biodiesel dari bahan baku minyak jelantah dalam miniplant pengolah, menyediakan aplikasi mobile berbasis android dan web apps untuk memfasilitasi pengumpulan minyak jelantah secara terkoordinir, efesien, dan efektif dengan wilayah jangkauan yang lebih luas dibandingkan pengumpulan secara tradisional.

Baca Juga: RANS Cilegon FC vs Persis Solo, RD: Partai Final Lebih Enjoy

Selain itu menurut Astri, menentukan kelayakan bisnis biodiesel dari minyak jelantah dilihat dari aspek non-finansial meliputi aspek pasar, aspek sosial, ekonomi dan budaya serta aspek lingkungan.

"Yang ke empat, menentukan kelayakan bisnis biodiesel dari minyak jelantah dilihat dari aspek finansial dan tujuan kelima, mengimplementasikan Merdeka Belajar melalui pelibatan mahasiswa pada kegiatan pengolahan minyak jelatah menjadi biodiesel, analisis kelayakan, hingga komersialisasi," katanya.

Menurut Ketua Peneliti Penerima Hibah Kedaireka, Pakar Desain Grafis dan Branding, Wegig Murwonugroho, kegiatan ini penting untuk dilaksanakan karena dapat meningkatkan nilai tambah (value added) limbah minyak jelantah menjadi biodiesel yang bernilai ekonomis dengan pelibatan masyarakat, DUDI, dan insan Dikti selain itu, kegiatan ini dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan biodiesel sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga: Lantik 361 PNS Dalam Jabatan Fungsional, Bupati Garut Singgung Tekanan Politik

Wegig lebih lanjut menjelaskan, gagasan inovatif ini lolos dalam program Hibah Kedaireka 2021 sebagai perwujudan kolaborasi Insan Dikti dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X