• Kamis, 19 Mei 2022

Pengunjung yang Belum Divaksin Dilarang Masuk Pangandaran, Pemerintah Siapkan Tempat Vaksinasi

- Jumat, 24 Desember 2021 | 21:22 WIB
Pengunjung berfose di salah satu spot objek wisata Pangandaran, belum lama ini. (BNP/Lukman Gusmanto)
Pengunjung berfose di salah satu spot objek wisata Pangandaran, belum lama ini. (BNP/Lukman Gusmanto)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pemerintah Kabupaten Pangandaran mensyaratkan pengunjung yang boleh masuk ke objek wisata Pangandaran pada saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) adalah pengunjung yang sudah melakukan vaksinasi. Selain itu pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan taat protokol kesehatan.

"Kita sudah buka objek wisata dengan catatan, wisatawan yang masuk wajib sudah melakukan vaksinasi minimal dosis 1," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat apel Operasi Lilin Lodaya 2021 di di Alun-alun Paamprokan Pamugaran, pantai barat, Pangandaran, Kamis 23 Desember 2021.

Menurut Jeje, pihaknya sudah menyediakan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi mereka yang belum divaksin.

Baca Juga: Rumah Deret tamansari Bandung Tahap II Sudah Selesai 100 Persen, Target 2022 Mulai Dihuni

"Apabila ada wisatawan yang belum divaksin, sudah kami siapkan di checkpoint untuk vaksinasi terlebih dahulu," kata Jeje Wiradinata.

Checkpoint berada di empat titik yaitu Pantai Karapyak, Pantai Pangandaran, Pantai Batukaras, dan Pantai Madasari.

”Checkpoint diterapkan sekaligus untuk melihat jum­lah wisatawan yang datang. Maksimal 75 persen dari kapasitas sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Penerapan PPKM. Selain di objek wisata, masuk hotel di Pangandaran juga diwajibkan menunjukkan scan di aplikasi PeduliLindungi," ujar Jeje Wiradinata.

Baca Juga: Hadapi Nataru, Pemkot Bandung Siapkan 20 Pos Pengamanan di Titik Rawan Kerumunan

Seperti dikutip Bandungnewsphoto.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul "Info Nataru di Pangandaran, Ada Pengalihan Arus Kendaraan dan Checkpoint di 4 Lokasi".

Menurut Jeje, pemkab dan Polres Ciamis sudah siap bersinergi menyambut libur Nataru dalam apel Operasi Lilin Lodaya 2021.

"Kita sudah siapkan skenario menyambut ledakan wisatawan liburan Nataru 2022," kata Jeje.

Sinergitas antara pemkab dan polres serta pasukan gabungan diharapkan memberi rasa aman dan nyaman pada perayaan Nataru.

Baca Juga: Motor Listrik Hasil Konversi Bekas Motor Bebek, Bisa Menghemat Biaya 75 Persen

"Operasi Lilin Lodaya 2021 dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Prinsip tahun baru ini tidak mengganggu ekonomi tetapi tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan," katanya.

Gelombang ketiga

Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan, operasi ini tujuannya dua yaitu mencegah timbulnya gelombang ketiga pancemi Covid-19 di Indonesia dan pemulihan ekonomi. Dua hal itu disinergikan dalam Operasi Lilin Lodaya.

"Kita tidak melakukan penyekatan, tetapi pengalihan arus. Seperti di pertigaan Banjarsari ada pengalihan arus ganjil genap. Arah Pangandaran bisa lewat Kalipucang atau Parigi. Tujuannya, selain pendistribusian arus, juga pemerataan ekonomi," katanya.

Baca Juga: 31 Desa di Kabupaten Bandung Dapat Mesin ADM untuk Membuat KTP

Selain itu, kata kapolres, selama operasi, akan didirikan pos pelayanan. Itu untuk pe­ngecekan pelaku perjalanan darat.

"Kita akan melaksanakan operasi. Apabila ditemukan di satu tempat lokasi protokol kesehatannya tak terpenuhi, masyarakat kita layani, tapi pelaku usahanya kita berikan tipiring karena abai mengingatkan konsumennya untuk prokes,” ucapnya.*** (Agus Kusnadi/Pikiran Rakyat)

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X